News Headline Animator

Kamis, 02 Februari 2012

KOMPAS.com - Nasional: Presiden: Kekuatan Pertahanan Tidak Boleh Lemah

KOMPAS.com - Nasional
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Presiden: Kekuatan Pertahanan Tidak Boleh Lemah
Feb 2nd 2012, 09:22

Presiden: Kekuatan Pertahanan Tidak Boleh Lemah

Hindra Liu | I Made Asdhiana | Kamis, 2 Februari 2012 | 16:06 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Anggota Batalyon Kavaleri 1 Kostrad mengikuti perayaan HUT Ke-65 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10/2010). Kegiatan ini dimeriahkan dengan atraksi udara yang menampilkan 49 buah pesawat milik TNI, yang terdiri dari helikopter Colibri, helikopter Bell 412, helikopter Bolcow, helikopter serbu MI-17, pesawat NC-212 Casa, pesawat latih KT-1 Wong Bee, pesawat F-5 Tiger, pesawat Hawk MK-53, pesawat F-16 Fighting Falcon, pesawat Hawk 100/200, dan pesawat Sukhoi 27 dan 30.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, telah mengikuti percaturan politik terkait modernisasi dan pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia. Kepala Negara juga mengetahui adanya sebagian anggota masyarakat yang menanyakan mengapa Indonesia ingin melakukan modernisasi dan membangun kekuatan militernya.

Menghadapi ancaman riil di negeri ini, kekuatan pertahanan dan keamanan kita tidak boleh lemah.

-- Presiden SBY

Di hadapan jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu II yang mengikuti Sidang Kabinet Terbatas Bidang Pertahanan, Presiden mengungkapkan alasannya. Presiden meminta para menteri terkait pada nantinya dapat memberikan jawaban yang sama kepada masyarakat, segamblang-gamblangnya, dan seterang-terangnya.

"Menghadapi ancaman riil di negeri ini, kekuatan pertahanan dan keamanan kita tidak boleh lemah. Tidak boleh kurang atau jauh tertinggal. Kalau jauh tertinggal, hampir pasti tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik," kata Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Kepala Negara juga mengatakan, Indonesia telah lama tidak melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan. Alutsista Indonesia bahkan tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara sahabat di Asia Tenggara.

"Kita hanya ingin menutup apa yang kita perlukan untuk kepentingan menjaga kedaulatan dan keamanan sendiri dari apa yang belum kita miliki. Karena, katakanlah, 15-20 tahun ini pembangunan kekuatan dan modernisasi persenjataan kita memang tidak berjalan semestinya karena persoalan ekonomi. Saat itu, prioritas yang harus diutamakan di luar pertahanan dan keamanan," kata Presiden.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Keluarga Yang Mengandalkan Tuhan

Embed podcast to your blog or website











Arsip Blog

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner