News Headline Animator

Kamis, 02 Februari 2012

Inilah.com - nasional: Mencari Jalan Tengah Atasi Kemelut Demokrat

Inilah.com - nasional
Inovasi portal Berita // via fulltextrssfeed.com
Mencari Jalan Tengah Atasi Kemelut Demokrat
Feb 2nd 2012, 09:07

INILAH.COM, Jakarta - Dalam sepekan lebih berbagai argumentasi mencuat ke publik terkait penyelesaian masalah di internal Partai Demokrat. Semua bermuara dari kasus Wisma Atlit yang mendakwa bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin. Perlukah jalan tengah atasi kemelut Partai Demokrat?

Argumentasi yang muncul sepekan terakhir terkait masa depan Partai Demokrat cenderung ekstrem seperti menggulingkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dari posisinya. Selain mekanisme ini sulit dilakukan, cara ini juga cenderung merusak internal Partai Demokrat. Konflik antarkader akan terpolarisasi.

Ketua Divisi Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul mengusulkan agar Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengundurkan diri sementara agar lebih fokus dalam menyelesaikan kasus yang menyeret namanya.

Menurut dia, di dalam politik tidak bisa dibedakan antara hukum dan etika politik. "Makanya saya menyarankan legowolah Anas untuk mengundurkan diri sementara telebih dahulu. Kalau tidak ada fakta hukum, silakan (kembali menjadi ketua umum)," katanya kepada wartawan di sela-sela uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Ruhut menegaskan sikap yang ditempuh saat ini semata-mata dirinya tidak mau Partai Demokrat terpuruk di mata publik. Dia mengaku trauma dengan kasus Nazaruddin yang saat awal bergulir KPK menyebutkan tidak ada masalah, namun justru ditetapkan tersangka saat berada di luar negeri. "Seperti kasus cek pelawat, yang menerima cek pelawat pada keluar dari tahanan Miranda baru dijadikan tersangka. Jangan sampai seperti ini," katanya mengingatkan.

Dia mengkhawatirkan bisa saja saat ini Anas belum dijadikan tersangka, namun siapa yang bisa menjamin pada 2013 atau H-1 menjelang Pemilu 2014 justru ditetapkan sebagai tersangka. "Makanya saya ingin Anas membuat sejarah dengan cara mengundurkan diri sementara," imbau Anas.

Secara konstitusi partai, kata Ruhut, tidak ada masalah dengan mekanisme pengunduran diri sementara Anas Urbaningrum dari posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. "Kita kembalikan saja ke Anas. Namun jangan suatu saat kalau terjadi baru mundur atau dipecat. Itu kan tidak baik," saran Ruhut.

Ruhut yang sebelumnya sebagai Tim Sukses Anas Urbaningrum saat Kongres Partai Demokrat mengaku tidak membelot dari barisan Anas. Ruhut menegaskan serangan yang bertubi-tubi dari Nazaruddin seharusnya direspons Anas. "Kok anas diam saja? Yang saya khawatirkan sanksi sosial," keluh Ruhut.

Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat M Rahmad menegaskan isu yang beredar saat ini hanyalah isu minor. DPP Partai Demokrat, kata Rahmad, selama ini sudah mensukseskan program kerja partai dan dilaporkan kepada SBY. "Isu itu minor. Kami terus bekerja untuk mensukseskan program kerja," bantah Rahmad.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengklaim pasca-konsolidasi DPP Partai Demokrat Selasa (31/1/2012) lalu partainya kian solid. Tidak ada alasan bagi Anas untuk mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Begitu pula Sekretaris Pusat Pengembangan dan Strategi Kebijakan (PPSK) DPP Partai Demokray Khatibul Umam Wiranu menilai tidak ada alasan memposisikan Anas Urbaningrum sebagai pihak yang bersalah. "Kita tidak bisa memposisikan Anas Urbaningrum sebagai pihak yang bersalah sebelum pengadilan menyatakan hal itu," katanya. [mdr]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Keluarga Yang Mengandalkan Tuhan

Embed podcast to your blog or website











Arsip Blog

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner