News Headline Animator

Kamis, 02 Februari 2012

ANTARA News - Nasional: Dubes RI sampaikan belasungkawa untuk Aljazair

ANTARA News - Nasional
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Dubes RI sampaikan belasungkawa untuk Aljazair
Feb 2nd 2012, 09:39

Jakarta (ANTARA News) - Dubes RI untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh pejuang kemerdekaan Aljazair, Abdelhamid Mehri (85), di RS militer Aljazair pada Selasa (31/1) setelah almarhum menderita sakit beberapa waktu sebelumnya.

"Kami atas nama pribadi, pemerintah dan rakyat Indonesia telah menyampaikan ucapan duka cita dan mendoakan semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dengan husnul khotimah," ujar Niam Salim dalam siaran persnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Dijelaskannya bahwa Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, PM Ahmed Ouyahia, para menteri kabinet, pimpinan lembaga tinggi negara, para tokoh veteran pejuang/mujahidin dan para tokoh dari berbagai elemen masyarakat Aljazair lainnya sangat menghormati jasa-jasa almarhum Mehri.

Mereka, kata Dubes Niam, menganggap kepergian Abdelhamid Mehri sebagai kehilangan besar bagi rakyat dan bangsa Aljazair.

Menurut Niam, KBRI Aljazair selama ini juga menjalin hubungan yang baik dengan Mehri. "Sejak dulu, Kepala Perwakilan RI di Alger selalu melakukan `courtessy call` dan memperkenalkan diri kepada Mr. Mehri pada saat kedatangan dan pamitan pada saat akan mengakhiri tugas," ujarnya.

Mr. Mehri lahir di daerah El Harrouche provinsi Skikda 3 April 1926. Pada masa kecilnya Mr. Mehri menuntut ilmu di sekolah di kampungnya kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Ez-Zitouna, Tunis. Setelah menamatkan studi di Tunis, kemudian bergabung dengan pergerakan nasional pada dekade 40-an sebagai kader

Partai Rakyat Aljazair/ arti du Peuple Algerien (PPA) dan terpilih sebagai anggota Komite Sentral PPA (1951-1953).

Pada tahun 1954, Mehri sempat ditahan oleh pasukan penjajah Perancis dan dipenjara sampai tahun 1955. Setelah dibebaskan, Mr. Mehri kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Nasional/Front de Liberation Nationale (FLN) dan diangkat sebagai Wakil FLN di Damaskus, Suriah. Kemudian ikut serta sebagai anggota Delegasi FLN pada pertemuan parpol-parpol kawasan Maghribi (Maroko, Tunis dan Aljazair di Tanger, Maroko.

Pada periode 1958-1959 Mr. Mehri diangkat sebagai sebagai Menteri Urusan Afrika pada kabinet Pemerintahan Sementara Aljazair/GPRA. Tahun 1959-1961 sebagai Menteri Sosial dan Kebudayaan GPRA. Paska kemerdekaan Aljazair, Mr. Mehri diangkat sebagai Direktur Sekolah Tinggi Guru (1964-1970), Sekjen Kementerian Pendidikan (1079-1977), Direktur Sekolah Nasional Bouzareah (1978-1979).

(ANTARA)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Keluarga Yang Mengandalkan Tuhan

Embed podcast to your blog or website











Arsip Blog

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner